Bahasa Translations

Here you can find translations for some of the longer scenarios in M2 … 

Scroll down to find the right session, then click on the heading to see the translation.

MM2 = Green   C&L = Yellow

Session 1 
  • MARIA

    Maria pindah ke Singapura untuk menghasilkan lebih banyak uang untuk menciptakan kehidupan lebih baik bagi keluarganya. Setiap bulan, Maria mengirim sebagian besar gajinya ke keluarga. Maria tidak menyimpan banyak uang untuk dirinya sendiri dan tidak punya tabungan di Singapura.

     

    Suatu hari, angin topan yang sangat kencang melanda provinsi mereka dan sebuah pohon tumbang merusak atap rumah Maria. Keluarganya meminta Maria mengirim lebih banyak uang untuk membantu memperbaiki rumah. Maria tidak punya tabungan dan tidak bisa mengirimkan uang untuk perbaikan rumah.

     

    Maria pergi ke salah satu pemberi pinjaman uang di Lucky Plaza untuk meminjam uang, sehingga dia bisa mengirim uang ke keluarganya untuk memperbaiki atap. Maria terus mengirim sebagian besar gajinya ke keluarganya dan akhirnya, tidak dapat melunasi pinjamannya. Maria mengambil pinjaman lain untuk melunasi yang pertama dan kemudian pinjaman lainnya untuk melunasi yang kedua. Akhirnya, Maria mengambil pinjaman dari rentenir, dan ketahuan majikannya.Maria dikirim pulang tanpa tabungan.

  • YANTI

    Sama seperti Maria, Yanti juga pindah ke Singapura untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya. Yanti hanya mengirim sebagian dari gajinya ke keluarganya. Sisanya disimpan di Singapura jadi ada uang jika suatu saat terjadi keadaan darurat. Dia juga berbicara dengan keluarganya tentang pentingnya menabung dan menganjurkan mereka untuk menabung sejumlah uang.

     

    Topan juga melanda provinsi Yanti, dan keluarganya membutuhkan uang untuk memperbaiki atap rumah mereka. Yanti dan keluarganya menyatukan tabungan mereka dan membayar perbaikan atap mereka.

     

    Sekarang, Yanti dan keluarganya tidak punya tabungan lagi, jadi Yanti harus mulai membangun tabungannya dari nol. Tetapi, Yanti masih punya pekerjaan dan menghasilkan gaji.

  • EMMA

    Emma, seperti Maria dan Yanti, pindah ke Singapura untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya. Emma tidak mengirimkan semua gajinya ke keluarganya , tetapi menyisihkan sebagian dan memberikan pendidikan kepada keluarganya tentang pentingnya menabung.

     

    Untuk membantu mengelola uangnya lebih baik, Emma menggunakan sebagian tabungannya untuk membayar kursus di Aidha. Selama kursusnya, Emma belajar tentang rekening bank, asuransi, dan investasi, dan memutuskan untuk membuka rekening bank untuk tabungannya , dan Emma mendapatkan bunga atas jumlah yang dimilikinya dalam rekening setiap tahun.

     

    Setelah Emma berhasil mengumpulkan tabungan setara dengan 6 bulan biaya hidup di rekening banknya, ia mendapatkan asuransi kesehatan untuk dia dan keluarganya, serta asuransi properti untuk rumah keluarga. Seperti Maria dan Yanti, keluarga Emma perlu melakukan perbaikan setelah topan. Untungnya, Emma sudah membeli asuransi properti, perbaikan rumah keluarganya sebagian besar ditanggung oleh asuransi dan topan tersebut hanya memiliki sedikit dampak keuangan pada keluarganya.

     

    Emma terus menabung lebih banyak uang dan memutuskan untuk menginvestasikan sebagian. Investasinya sekarang memberikannya pengembalian sebesar 5% setiap tahun.

Session 9
  • Penipuan Investasi

    Dalam penipuan investasi, korban sering menerima pesan di Facebook, WeChat, atau WhatsApp yang meminta informasi pribadi seperti nomor paspor. Kemudian, para penipu meminta korban untuk mentransfer uang ke bank di luar negeri. Penipu menjanjikan keuntungan kepada korban sebagai imbalan dari transfer tersebut.

     

    Contoh:

    Maria sedang mencari peluang investasi dan dia menemukan situs web yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam saham, emas, dan bitcoin. Dia memasukkan informasi pribadinya di situs web dan segera menerima panggilan dari nomor luar negeri. Mereka minta Maria membayar $250 untuk bergabung sebagai anggota dan segera menerima panggilan malam dengan lebih banyak saran. Dia kemudian diminta untuk melakukan deposit lebih banyak dengan janji keuntungan lebih besar. Akhirnya, perusahaan tersebut berhenti menghubunginya atau merespons pertanyaannya. Maria akhirnya kehilangan lebih dari $7,000 kepada perusahaan palsu ini selama setahun berikutnya.

  • Penipuan Pinjaman

    Dalam penipuan pinjaman, korban percaya bahwa mereka meminjam uang dari pemberi pinjaman berlisensi, padahal mereka adalah rentenir. Kemudian, rentenir membuat tuntutan uang yang tidak realistis dan mengancam korban jika mereka tidak dapat memenuhi tuntutan. Korban terus-menerus diintai.

     

    Contoh:

    Sahabat Mary memintanya menjadi penjamin pinjaman yang sedang dia ambil, dan Mary setuju. Mary tidak menyadari bahwa menjadi penjamin berarti bahwa dia harus membayar kembali pinjaman tersebut jika sahabatnya tidak bisa melakukannya. Sahabatnya kembali ke rumah, dan Mary terpaksa membayar pinjaman tersebut sendiri. Mary mengambil pinjaman lain untuk melunasi yang pertama karena dia tidak punya uang. Akhirnya, dia harus mengambil lebih dari 12 pinjaman berbeda dan membayar jauh lebih banyak daripada yang sahabatnya hutang pada awalnya.

     

    Awalnya, dia meminjam dari pemberi pinjaman yang legal, yang kemudian mengarahkannya kepada rentenir yang memberlakukan suku bunga sangat tinggi. Mary tidak bisa mengikuti pembayaran, dan para rentenir mulai mengirimkan pesan ancaman kepadanya. Salah satu rentenir setuju untuk berhenti mengganggu jika dia memberi mereka akses ke rekening banknya untuk menjalankan uang ilegal mereka. Beberapa rentenir kemudian menghubungi majikan Mary dan mengancam keluarga majikannya, mengirim pamflet dengan gambar Mary kepada semua penghuni di gedung majikannya. Akhirnya, izin kerja Mary dibatalkan, dan dia harus pulang ke negara asalnya.

  • Penipuan Pemalsuan Identitas

    Seorang penipu berpura-pura menjadi seseorang yang memiliki kekuasaan (misalnya pejabat pemerintah atau petugas polisi) atau perwakilan bank. Penipu ini meminta informasi pribadi Anda seperti nomor paspor atau nomor rekening bank.

     

    Contoh:

    Evelyn mendapatkan panggilan dari seseorang yang mengaku berasal dari polisi. Mereka meminta Evelyn memberikan detail rekening banknya melalui telepon untuk keperluan penyelidikan. Mereka kemudian meminta Evelyn memberikan One Time Password yang diterimanya di HP. Kemudian, Evelyn menemukan bahwa $2000 telah dipindahkan dari rekeningnya. Semua tabungannya hilang.

  • Penipuan di Facebook

    Seorang penipu meretas akun Facebook Anda dan meminta kontak Anda untuk membelikan mereka barang-barang, terutama kartu hadiah, atau Anda mungkin yang diminta untuk segera membeli kartu hadiah.

     

    Contoh:

    Warih menerima pesan Facebook dari temannya yang meminta nomor HP Warih dengan alasan kehilangan HPnya. Warih memberikan nomor ponselnya kepada penipu, dan kemudian penipu meminta Warih mengirimkan kode-kode yang diterimanya untuk memverifikasi berbagai pembelian. Penipu tersebut kemudian mengenakan biaya kartu hadiah ke akun ponsel Warih.

  • Penipuan Lotere/Lucky Draw

    Korban menerima panggilan telepon atau pemberitahuan SMS bahwa mereka telah memenangkan hadiah dalam undian beruntung. Seringkali, hadiahnya berupa mobil atau unit kondominium di luar negeri. Untuk mengklaim hadiah, korban harus membayar biaya administrasi atau pajak. Atau, untuk mengubah hadiah menjadi uang tunai, korban harus melakukan pembayaran ke rekening bank asing.

     

    Contoh:

    Rosalyn menerima pesan WhatsApp yang menyatakan bahwa dia adalah pemenang beruntung yang dipilih secara acak dalam suatu kompetisi dengan hadiah $5000. Untuk menerima uangnya, dia harus mentransfer $500 sebagai biaya administrasi dan pajak ke rekening yang disediakan. Rosalyn mentransfer uang tersebut dan tidak pernah mendengar lagi dari para penipu.

  • Penipuan Pembelian Online

    Korban penipuan ini sering kali tergoda dengan penawaran yang tampak menguntungkan untuk gadget, tiket taman hiburan, atau konser yang dijual secara online. Mereka mentransfer pembayaran kepada “penjual” yang menjanjikan pengiriman barang. Dalam beberapa kasus, penjual meminta pembayaran tambahan untuk bea atau biaya pengiriman setelah pembayaran pertama dilakukan. Pada akhirnya,korban tidak pernah menerima barang yang dibeli.

     

    Contoh:

    Joy ingin melihat penyanyi favoritnya tampil dalam konser, tetapi dia merasa tiketnya terlalu mahal. Kemudian, dia melihat penawaran tiket dengan harga setengah dari harga aslinya. Dia menghubungi penjual, mentransfer uang, dan dijanjikan menerima tiket melalui pos. Namun, tiket tidak pernah sampai, dan dia tidak dapat menghubungi penjual lagi.

  • Penipuan Phishing

    Korban menerima panggilan yang memberi tahu mereka bahwa mereka telah memenangkan undian beruntung. Untuk mengklaim hadiah, korban harus memberikan detail paspor atau informasi pribadi lainnya. Dalam penipuan phishing lainnya, situs web palsu dibuat untuk terlihat identik dengan situs web asli tetapi dengan alamat web yang sedikit berbeda. Jika korban memasukkan detail pribadi dan nomor PIN mereka ke situs web ini, informasi dan uang mereka berada dalam risiko.

     

    Contoh:

    Wiwik menerima pesan WhatsApp yang menawarkan voucher NTUC $500. Untuk menerima voucher, dia harus memberikan beberapa detail pribadi kepada penipu.

Follow us!

Facebook

Contact us!

You can contact us at
+65 9789 4041

whatsapp
Skip to toolbar